Wagub Taj Yasin Minta Narapidana Yang Telah Bebas Beri Contoh Positif di Tengah Masyarakat

Artikel, Berita60 Dilihat

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berharap narapidana yang sudah bebas memberi contoh baik ke masyarakat. Hal itu disampaikan wagub menyusul adanya narapidana yang bebas setelah mendapat remisi dari negara. Ia menilai, setelah kembali ke masyarakat, narapidana menyampaikan pengalaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Bahwa napi yang dapat remisi dan langsung keluar saya harap menjadi duta duta untuk menyampaikan ke masyarakat tentang pentingnya budaya yang sudah ada di negara kita. Menyampaikan bagaimana pentingnya generasi penerus bangsa ini,” kata Taj Yasin usai menghadiri pemberian remisi kepada 8.031 narapidana di Lapas Klas I Kedungpane Semarang, Kamis (17/08/2023).

Taj Yasin menambahkan, narapidana harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum dapat kembali di tengah masyarakat. Ia mengimbau agar mereka membekali diri dengan sejumlah keterampilan yang telah disediakan oleh lembaga pemasyarakatan.

Wagub bahkan menyaksikan sendiri beberapa hasil karya para narapidana di Lapas Kedungpane. Menurutnya, karya-karya narapidana tersebut memiliki nilai jual yang sudah layak.

“Narapidana diberi bekal kerajinan yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga di luar Lapas. Sehingga ketika mereka keluar tidak bingung lagi untuk menempatkan dirinya mau apa,”imbuhnya.

Lebih jauh, wagub Taj Yasin meminta masyarakat agar tidak berpandangan negatif kepada semua narapidana yang bebas. Eks narapidana bisa memberikan kontribusi yang besar untuk mengembangkan masyarakat apabila diberi kesempatan.

“Biasanya kalau keluar itu, mohon maaf ya, masyarakat lingkungan juga belum bisa menerima. Maka saya sampaikan ke masyarakat, mereka sudah siap kok. Mereka sudah dibina beberapa tahun atau beberapa bulan. Dan mereka sudah melakukan tahapan-tahapan pembinaan di menkumham dan kawan-kawan di luar yang diajak untuk membina mereka, salah satunya kerajinan yang saya beli kuningan yang bertuliskan (kaligrafi) ayat suci Al Qur-an,”tutup wagub.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *