Santri Persegi, Ahli IPS, Fisika, Biologi dan, Ekonomi

Hai guys… Ada yang suka kalau jadi juara kompetisi? Ya suka dong yaa, masa enggak? Itulah yang dirasakan oleh para juara-juara KSM atau Kompetisi Sains Madrasah pada acara penganugerahan juara KKSM pada tanggal 5 September 2022 lalu di Kantor Kementerian Agama. Khususnya para juara KSM tingkat kabupaten/kota Banjarnegara dari madrasah tercinta kit aini…… yups siapa lagi kalo bukan MTs dan MA Tanbihul Ghofilin.

MTs dan MA Tanbihul Ghofilin telah menyumbangkan 4 piala hasil jerih payah dan perjuangan para peserta KSM tingkat kabupaten/kota Banjarnegara yang berasal dari Madrasah Tanbihul Ghofilin baik itu MTs yang mengirimkan 6 siswa, maupun MA dengan 12 siswa. MTs Tangho menyumbangkan 1 piala sebagai juara 1 KSM mata pelajaran IPS Terpadu terintegrasi.

Dan MA Tan-Gho menyumbangkan piala sebagai juara 1 KSM mata pelajaran IPS terpadu terintegrasi (Naila Hasna), juara 1 KSM mata pelajaran Biologi terintegrasi (Aghnisa Nur Santika), juara 1 mata pelajaran Ekonomi (M. Umar Kafin) terintegrasi, serta juara 3 mata pelajaran Fisika (Nilam Amidana Khikmah) terintegrasi juara umum, nih. Dengan gamblang, bapak kemenag menyatakan dirinya juga bangga kepada para pelajar Tan-Gho yang mencapai juara umum.

Perjuangan tidak hanya berakhir disini saja. Tapi masih harus berjuang dan bekerja keras lagi serta giat belajar untuk KSM tingkat provinsi Jawa Tengah yang akan diadakan pada tanggal 10-11 September 2022 mendatang.

Kisah berkesan pada saat perlombaan, diceritakan bahwa salah satu dari peserta lomba merasa bahagia bisa bertemu serta foto bersama guru di MTs dan SD-nya dulu. Itu satu sisi kesenangan tersendiri. Para sang Juara sangat berharap, semoga pada tingkat provinsi Jawa Tengah MTs dan MA Tan-Gho dapat meraih juara 3 besar dan dapat terus berlanjut hingga ke tingkat nasional.

Pesan para sang Juara untuk dijadikan motivasi siswa serta santri lainnya telah disampaikan oleh Aghnisa, peroleh juara 1 mata pelajaran Biologi, “Jadilah kalian santri yang persegi, yang berprestasi bukan sekadar dalam bidang ngaji. Semangat untuk khidmah pondok pesantren. Karena khidmah nggak harus ngabdi di ndalem Abah Yai, melainkan juga bisa lewat prestasi.”

@NailaHasna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *